Wujudkan Kebersamaan, Santri Ponpes Ats-Tsaqofah Semarang Gelar Ibadah Qurban Mandiri

Wujudkan Kebersamaan, Santri Ponpes Ats-Tsaqofah Semarang Gelar Ibadah Qurban Mandiri

SEMARANG – Pondok Pesantren (Ponpes) Ats-Tsaqofah Semarang sukses menggelar pelaksanaan ibadah qurban yang dimotori langsung oleh seluruh santrinya pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan penuh berkah ini dilaksanakan bertempat di kompleks Pondok Pesantren Ats-Tsaqofah 2, Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Bukan sekadar agenda seremonial, hewan qurban berupa satu ekor kambing ini didapat dari hasil iuran gotong royong. Seluruh santri, pengasuh, hingga tokoh masyarakat setempat saling bahu-membahu menyisihkan dana demi mewujudkan ibadah ini, dengan tujuan utama memupuk rasa kebersamaan dan soliditas yang kuat.

Suasana di lokasi penyembelihan pun terasa semakin hangat dengan dihadiri oleh rekan dan rekanita dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) serta Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Negeri Semarang. Kehadiran mereka menjadi bentuk sinergi dan dukungan moral yang positif antar-elemen muda NU di lingkungan pesantren.

Prosesi penyembelihan dipimpin dan diarahkan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ats-Tsaqofah, Prof. Dr. Ali Masyhar Mursyid, S.H., M.H. Di bawah bimbingan beliau, para santri dilibatkan aktif agar proses penyembelihan berjalan lancar, cepat, humanis terhadap hewan, dan sepenuhnya memenuhi standar syariat Islam yang sah.

Setelah proses penyembelihan selesai, daging qurban tersebut langsung dibagikan kepada para tetangga terdekat di sekitar lingkungan pesantren sebagai wujud kepedulian sosial. Tidak berhenti di situ, sebagian hasil qurban kemudian diolah dan dimasak bersama untuk selanjutnya dinikmati bersama-sama oleh seluruh santri, pengasuh, serta para tamu yang hadir. Momen makan bersama ini kian menambah kental nuansa kekeluargaan di pondok.

Lurah Pondok Ponpes Ats-Tsaqofah mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas inisiatif mandiri ini. Menurutnya, meskipun dikemas dalam kesederhanaan, esensi dan hikmah yang diserap oleh para santri sangatlah besar.

“Sebuah pencapaian luar biasa walaupun sederhana, tapi membuat santri Ats-Tsaqofah bisa mengambil hikmah dan pembelajaran dari kegiatan qurban tersebut. Contohnya mulai dari penyembelihan yang tadinya tidak tahu batas dan juga aturan sesuai syariat Islam, sekarang Kang dan Jeng Ats-Tsaqofah jadi tahu banyak mengenai hal tersebut,” ungkap Lurah Pondok.

Ia juga menaruh harapan besar agar tradisi baik dan kekompakan ini bisa terus dirawat di masa depan. “Harapannya kekompakan ini terus terjaga dan semoga tahun depan kita bisa lebih meningkatkan, baik secara kapasitas maupun kualitas yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Melalui ibadah qurban bersama ini, Pondok Pesantren Ats-Tsaqofah Semarang kembali membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berbagi, dan semangat gotong royong mampu menghadirkan keberkahan serta kebersamaan yang nyata bagi lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *